1-5 tahun pertama anak adalah periode emas, EMAS ! ! !
Apa itu golden age (masa keemasan) ?
Golden Age atau masa keemasan, adalah “masa-masa penting anak yang
tidak bisa diulang”. Beberapa pakar menyebutkan sedikit perbedaan
tentang rentang waktu masa golde age, yaitu 0-2 th, 0-3 th, 0-5 th atau
0-8 th, namun semuanya sepakat bahwa awal-awal tahun pertama kehidupan
anak adalah masa-masa emas mereka.Pada masa-masa ini, kemampuan otak anak untuk menyerap informasi sangat tinggi.
Apapun informasi yang diberikan akan berdampak bagi si anak di kemudian hari.
Di masa-masa inilah, peran orang tua dituntut untuk bisa mendidik dan
mengoptimalkan kecerdasan anak baik secara intelektual, emosional dan
spriritual. Usia tersebut merupakan waktu yang ideal bagi anak untuk
mempelajari berbagai macam keterampilan, membentuk kebiasaan-kebiasaan
yang akan berpengaruh pada masa-masa kehidupan selanjutnya, dan
memperoleh konsep-konsep dasar untuk memahami diri dan lingkungan
sekitar.
Agar masa keemasan ini termanfaatkan secara optimal, maka
orangtua diharapkan dapat melakukan proses pengasuhan dan pendidikan
dengan cara yang optimal pula. Selain kemampuan dan pengetahuan,
orangtua juga memerlukan media pendukung untuk membantu proses tersebut.
Berikut ini adalah tips dalam memberikan stimulasi/rangsangan anak pada masa golden age guna mengoptimalkan kecerdasan mereka:
1. Stimulasi yang Anda berikan bisa berupa pengalaman di alam terbuka.
Untuk anak-anak pengamatan mereka akan alam sangat detil. Anak-anak
biasanya akan belajar banyak dengan hanya mengamati. Orang tua bisa
bercerita tetang alam dan binatang. Jawablah pertanyaan anak dengan
bahasa mereka yang sederhana. Dan lebih banyak ajukan pertanyaan untuk
menggugah rasa ingin tahu anak.
2. Anak juga belajar dengan
mengamati dan meniru Anda. Maka sebagai orang tua Anda bisa menstimulasi
mereka dengan menjadi teladan anak. Kalau Anda senang membaca,
kemungkinan besar anak pun akan demikian.
3. Jangan berikan target,
tetapi hargailah anak atas usahanya. Kalau anak diberi standar-standar
harus bisa membaca pada usia sekian, anak harus pandai membaca, maka
anak akan mati-matian menyenangkan orang tuanya walaupun hati mereka
tidak bahagia.
4. Pujilah mereka atas usahanya. Berikan mereka
penghargaan atas usaha yang telah mereka berikan dengan hal yang
bermanfaat, misalnya dengan mengajak mereka jalan-jalan ke toko buku,
taman pintar, water boom dan lain-lain.
5. Berikan mainan yang
bermanfaat bagi perkembangan keterampilan anak seusia mereka. Berilah
mereka kasih sayang dan rasa aman sehingga mereka pun akan sanggup
memberi kasih sayang pada sesamanya. Di masa golden age, jika peran
orang tua membahagiakan dalam kehidupan mereka, memori ini akan
terkenang selamanya dan membawa pengaruh positif di kehidupan dewasa
mereka kelak.
Buku seri Halo Balita adalah salah satu media
pendukung untuk mengoptimalkan proses pendidikan dan pengasuhan pada
masa keemasan balita. Cerita-cerita pada buku ini dirancang khusus untuk
mendorong anak dalam membentuk sikap mandiri serta mengenal nilai moral
dan spiritual. Elemen-elemen pada buku ini juga dirancang untuk
membantu mengembangkan berbagai potensi balita Anda.
–Dr. Juke R. Siregar, M.Pd.–
(dalam Halo Balita-Panduan untuk Ayah dan Ibu)
Ely's Online Bookstore
Friday, September 26, 2014
Tuesday, September 16, 2014
Trik Menciptakan Pola Asuh Yang Meningkatkan Kecerdasan Anak
![]() |
| Sumber gambar: www.wolipop.com |
Berikut adalah trik menciptakan pola asuh yang dapat meningkatkan kecerdasan anak anda :
1. Lakukan eksplorasi lingkunganLingkungan dapat menjadi salah satu sarana untuk mengembangkan kemampuan anak anda salah satunya untuk mengenal alam. Dengan melakukan eksplorasi lingkungan bersama anak anda dapat membuatnya menjadi aktif dan meningkatkan rasa ingin tahu terhadap alam sekitarnya. Anda dapat membuat jadwal untuk membebaskan anak anda mengeksplorasi lingkungan seminggu satu kali misalnya di saat anda weekend. Ajaklah anak anda untuk menikmati alam sembari menggambar keindahan alam.
2. Sesuaikan dengan Minat Anak
Setiap anak memiliki minat yang berbeda sehingga untuk menggali potensi anak anda sebaiknya berikan dukungan penuh pada bidang yang memang menjadi minat anak anda. Bila anak anda memiliki keseriusan pada bidang tertentu sebaiknya anda dapat mendukung untuk berlatih dan menjadi teman yang mengasikan bagi anak anda. Seperti memasukinya pada sanggar tari dan mengajarinya beberapa gerakan tari yang menyenangkan di rumah.
3. Rajinlah membacakan buku pada anak anak
Memberikan pengetahuan melalui media seperti buku bacaan memang dinilai lebih mudah apalagi bila buku bacaannya memiliki gambar gambar yang menarik. Dengan sering dibacakan buku bacaan yang menunjang minat baca, lakukan sebelum anak anda tertidur.
4. Ajukan Pertanyaan Pada Anak
Seringlah anda mengajukan pertanyaan pada anak anda sehingga dapat memberikan penjelasan dan memancingnya untuk berargumen dan merangsang kemampuannya untuk berbicara. Anda dapat mengajaknya berdiskusi pada beberapa hal yang diminati oleh anak anda.
5. Berikan Kesempatan anak anda untuk mengambil keputusan
Dengan membiasakan anak anda untuk mengambil keputusan maka akan membuat anak anda tampil percaya diri ketika dihadapi pada beberapa hal selanjutnya, melatih anak anda untuk mengambil keputusan sehingga berpikir analitis dan mampu merangkainya.
6. Tingkatkan kesempatan untuk bersosialisasi
Semua pengalaman emosional yang didapat apalagi ketika berinteraksi dengan teman sebayanya akan membantunya dalam menjalin sel sel saraf pada otaknya sehingga berikan sosialisi yang seluas luasnya untuk mengekpresikan perasaannya, semakin baik maka akan membantunya dalam menjaga kecerdasan emosinya dalam menyampaikan rangsangan pada sel sel saraf diotak anak anda.
Hal ini menjadi salah satu acuan yang harus dilakukan oleh orang tua dalam mendidik anak sehingga menciptakan pola asuh yang baik dan benar untuk meningkatkan kemampuan kecerdasan anak. Selain itu jaga kesehatan dan cukupi kebutuhan gizi anak anda sehingga di masa perkembangan otaknya yaitu periode emas dapat memiliki kesempatan untuk belajar.
Wednesday, August 13, 2014
Sering saya jumpai orang tua yang panik saat tahu anaknya belum bisa baca atau anak TK yang diejek bahkan oleh orang tua atau kakak mereka sendiri saat mereka belum bisa baca. Sebenarnya hal ini tidak perlu dikhawatirkan, karena proses belajar membaca ini memang membutuhkan waktu bertahun tahun. Yang perlu dilakukan adalah telaten tapi jangan sampai membuat anak anda terpaksa dan marah sehingga malah membuat mereka benci belajar.
Menurut Glenn Doman, seorang anak sudah dapat belajar membaca sejak bayi. Bahkan, sejak ia masih di dalam kandungan. Pembelajaran sejak dini akan melatih indera penglihatannya.
Menurut Glenn Doman, seorang anak sudah dapat belajar membaca sejak bayi. Bahkan, sejak ia masih di dalam kandungan. Pembelajaran sejak dini akan melatih indera penglihatannya.
Ada beberapa hal yang harus perlu
dipahami orang tua bahwa anak balita:
- mudah menyerap banyak informasi.
- bisa menangkap informasi dengan kecepatan luar biasa.
- Semakin banyak informasi yang diserap makin banyak pula yang diingatnya.
- mempunyai energi yang sangat besar.
- mempunyai keinginan belajar yang sangat besar.
- dapat belajar membaca dan ingin belajar membaca.
Sekrang sebelum memeulai anda perlu mengetahui bahawa ada tahapan tahapan yang biasa dilalui anak anak dalam proses belajar membaca. Anda
perlu memahami langkah-langkah dasar dalam mengajar anak membaca sesuai
dengan tahapan usia mereka. Karena kemampuan seorang bayi yang berusia 3
bulan lahir tidak sama dengan anak usia 3 tahun.Awalnya
anak akan lebih mudah mengenal huruf dengan gambar. Setelah menginjak
usia 2 tahun, ia mulai bisa diajarkan kata tunggal (seperti: mama,
sepatu, dan lain-lain). Selanjutnya dua kata (seperti: sepatu baru) baru
kemudian kalimat.
Ada neh, ayah bunda, Flashcard buatan anak negeri yang cocok dipakai untuk balita dalama belajar membac. ABACA Flash Card, Kartu pintar belajar
membaca bagi balita dengan game seru. Sangat
menarik dan menyenangkan untuk dimainkan. ABACA Kartu Pintar disusun secara sistematis disesuaikan dengan tahap tahap perkembangan dan kemampuan belajar anak.Tepatkah Balita mulai belajar Calistung
Kurikulum pendidikan
di Indonesia semakin lama semakin mebuat stress. Untuk masuk SD, banyak sekolah yang mensyaratkan
mengikuti tes Calistung dimana dari tes tersebut akan diketahui apakah
calon siswa mampu membaca, menulis dan berhitung (salah satu syarat
masuk SD adalah mampu membaca, menulis dan berhitung). Padahal di jaman
saya dulu membaca baru dipelajari saat saya ada di kelas satu SD, jadi
untuk masuk tidak diwjibkan bisa membaca. Kondisi ini membuat orang tua
ketar ketir, mencari TK yang bisa mengajar anak meraka membaca, menulis
dan berhitung. Apakah ini benar?
Tahu gak seh dari sekian banyak negara di dunia Indonesia adalah salah satu negara yang tergesa gesa dalam memaksakan penguasaan kompetensi. Siswa TK sudah diajari membaca huruf dan tulisan, berhitung dan menulis Alfabet. Di negara negara maju yang SDMnya terbukti lebih unggul usia balita hingga TK adalah usia dimana mereka diberikan hak untuk bermain (jadi ada istilah bermain sambil belajar), sedangkan untuk belajar (Calistung) dimulai usai 7 tahun (Source:biologimediacentre.com)
Berbagai pro dan kontra tentang anak usia dini, apakah boleh belajar membaca, menulis dan berhitung masih menjadi pembicaraan di masyarakat. Berbagai penelitian dan pendapat yang mendukung bahwa anak usia dibawah 7 tahun boleh untuk belajar calistung, dan penelitian lain berbeda pendapat bahwa anak pada usia tersebut jangan diberikan pelajaran calistung. Mereka khawatir bila anak sejak kecil sudah dipaksakan belajar, lama kelamaan akan menjadi bosan dan justru ketika saatnya usia SD mereka justru akan mogok sekolah karena mereka lelah dan akan menimbulkan rasa benci terhadap belajar.
Alasan kontra tersebut selaras dengan penelitian seorang ahli psikolog perkembangan anak dari Swiss, Jean Piaget, seperti yang dituangkan oleh Afin Murtie pada bukunya Mengajari Anak Calistung dengan Bermain. Ia menyatakan bahwa pendidikan membaca, menulis dan berhitung jangan sampai diperkenalkan kepada anak-anak dibawah usia 7 tahun. Alasannya, karena pada masa itu anak-anak belum dapat berpikir operasional konkret sehingga ditakutkan pelajaran tersebut akan membebani mereka yang belum mampu untuk berpikir secara terstruktur. Sementara itu kegiatan calistung sendiri didefinisikan sebagai kegiatan yang memerlukan cara berpikir terstruktur, sehingga tidak sesuai bila diajarkan pada anak usia dibawah 7 tahun. Apalagi pada anak-anak usia bayi dan balita. Piaget mengkhawatirkan otak anak-anak tersebut menjadi terbebani dan tujuan awal mencerdaskan anak menjadi dilema karena justru anak-anak menjadi tidak bahagia dan tidak bisa menikmati kehidupan mereka.
Tapi pendapat Piaget ini dimentalkan oleh beberapa penelitian lain yang mebuktikan bahwa usia Pra TK adalah usia dimana kemampuan anak anak untuk belajar ada pada level yang paling tinggi. Penelitian penelitian itu diantarany:
Tahu gak seh dari sekian banyak negara di dunia Indonesia adalah salah satu negara yang tergesa gesa dalam memaksakan penguasaan kompetensi. Siswa TK sudah diajari membaca huruf dan tulisan, berhitung dan menulis Alfabet. Di negara negara maju yang SDMnya terbukti lebih unggul usia balita hingga TK adalah usia dimana mereka diberikan hak untuk bermain (jadi ada istilah bermain sambil belajar), sedangkan untuk belajar (Calistung) dimulai usai 7 tahun (Source:biologimediacentre.com)
Berbagai pro dan kontra tentang anak usia dini, apakah boleh belajar membaca, menulis dan berhitung masih menjadi pembicaraan di masyarakat. Berbagai penelitian dan pendapat yang mendukung bahwa anak usia dibawah 7 tahun boleh untuk belajar calistung, dan penelitian lain berbeda pendapat bahwa anak pada usia tersebut jangan diberikan pelajaran calistung. Mereka khawatir bila anak sejak kecil sudah dipaksakan belajar, lama kelamaan akan menjadi bosan dan justru ketika saatnya usia SD mereka justru akan mogok sekolah karena mereka lelah dan akan menimbulkan rasa benci terhadap belajar.
Alasan kontra tersebut selaras dengan penelitian seorang ahli psikolog perkembangan anak dari Swiss, Jean Piaget, seperti yang dituangkan oleh Afin Murtie pada bukunya Mengajari Anak Calistung dengan Bermain. Ia menyatakan bahwa pendidikan membaca, menulis dan berhitung jangan sampai diperkenalkan kepada anak-anak dibawah usia 7 tahun. Alasannya, karena pada masa itu anak-anak belum dapat berpikir operasional konkret sehingga ditakutkan pelajaran tersebut akan membebani mereka yang belum mampu untuk berpikir secara terstruktur. Sementara itu kegiatan calistung sendiri didefinisikan sebagai kegiatan yang memerlukan cara berpikir terstruktur, sehingga tidak sesuai bila diajarkan pada anak usia dibawah 7 tahun. Apalagi pada anak-anak usia bayi dan balita. Piaget mengkhawatirkan otak anak-anak tersebut menjadi terbebani dan tujuan awal mencerdaskan anak menjadi dilema karena justru anak-anak menjadi tidak bahagia dan tidak bisa menikmati kehidupan mereka.
Tapi pendapat Piaget ini dimentalkan oleh beberapa penelitian lain yang mebuktikan bahwa usia Pra TK adalah usia dimana kemampuan anak anak untuk belajar ada pada level yang paling tinggi. Penelitian penelitian itu diantarany:
Diantaranya :
- Glenn Doman dengan kartu flash-nya, dimana ia menunjukkan bahwa pada bayi jauh lebih mampu belajar dari yang kita bayangkan.
- Howard Gardner, psikolog perkembangan dari Amerika, tentang cara memandang calistung sebagai sebagian kecil keterampilan yang seharusnya diperoleh anak, seperti motorik dan sensorik.
- Dr. Marian Diamond, Profesor University of California-Berkeley, menyimpulkan bahwa pada umur berapapun semenjak manusia lahir hingga meninggal dunia sangat memungkinkan untuk meningkatkan kemampuan mental melalui rangsangan lingkungan
- Elisabeth G. Hainstock, Penemu metode montessori, menyatakan bahwa puncak perkembangan otak anak adalah saat usia pra sekolah.(Bunda Ranis)
Dari pro konta ini, sebenarnya kita bisa menarik sebuah kesimpulan bahwa
pendapat Piaget tidak salah dan pendapat lain yang bertentangan juga tidak salah, bahwa anak
belajar calistung semenjak dini bukanlah hal yang tabu. Hal ini adalah sangat bisa dan
tetap membuat mereka bahagia. Bahkan di masa golden age inilah, anak
harus mendapat stimulus yang tepat agar mereka benar-benar dapat
tercetak menjadi generasi emas yang dapat memajukan bangsa dan negara.
Kuncinya hanya terletak pada cara transfer pengetahuan calistung itu
sendiri dengan tanpa mengesampingkan nature usia mereka yaitu bermain dan bersenang senang.
Kuncinya adalah kita
harus mengikuti dunianya anak-anak, yaitu bermain. Jadi pembelajaran
dilakukan dengan menyenangkan, tidak membebani anak sehingga mereka
tidak merasa terpaksa. Sulit sekali rasanya bila harus mengatur anak
usia dini harus duduk diam dengan manis, belajar serius dan kaku. Beda
halnya bila pembelajaran dilakukan sambil bermain, maka anak akan lebih
mudah paham dan dapat mengingat untuk memory jangka panjang.
Thursday, July 17, 2014
Buku Halo Balita promo diskon besar
Promo kejutan untuk Paket Halo Balita. Diskon gedhe, berlaku 17 Juli - 3 Agustus 2014. Yuuuk diborong bukunya
Tuesday, April 22, 2014
![]() |
| Mending jadi kutu buku daripada jadi kutu loncat. |
Sudahkah membaca buku kita jadikan bagian dari kegiatan kita sehari hari.
Dalam Islampun kita diwajibkan setiap hari untuk membaca buku, Al-Qur'an, pedoman dan pegangan hidup muslim. Disini kita melihat betapa buku adalah penting.
Namun buku sekarang cenderung dilupakan. Tidak sedikit orang tua lebih memilih membelikan anak anak play station, video games, VCD, CD daripada menginvestasikan uang dan energi mereka untuk memperkenalkan buku ke anak anak mereka. Kegiatan membaca bersama anak pun sudah mulai hilang. Padahal membaca memiliki manfaat yang sangat banyak, terutama jika kita kenalkan sejak dini.
![]() |
| Kegiatan membaca bersama adalah salah satu alternatif memperkenalkan anak anak dengan buku. |
Membaca sangat berkaitan erat dengan kegiatan tulis menulis, yang merupakan media untuk menumpahkan ide atau gagasan, memberikan informasi
seputar kehidupannya, memberikan kabar berita dan lain sebagainya.
Dengan membaca kita dapat mendapatkan informasi atau mengetahui isi dari
tulisan tersebut.
Banyak sekali manfaat atau keuntungan yang dapat kita raih dengan membaca buku terutama sekali bagi anda yang memiliki anak biasakanlah sejak dini untuk gemar membaca buku tentu saja buku buku yang bermanfaat bagi anak anda seperti buku pelajaran, buku cerita atau dongeng yang banyak mengandung pesan moral, buku sejarah dll. Isi kegiatan sehari hari anak anda dengan banyak membaca buku. Dengan memperkenalkan kegemaran membaca ke anak sejak dini akan memberikan banyak manfaat diantaranya sebagai berikut ini :
1. anak yang gemar membaca tentu akan mendapatkan informasi atau pengetahuan yang lebih banyak dibandingkan dengan anak yang jarang membaca
2. anak dapat memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan yamg lebih bermanfaat dengan semakin banyaknya informasi yang diterima dapat menambah wawasan berpikir anak tersebut
3. anak yang gemar membaca khususnya membaca buku buku pelajaran tentu saja dapat meningkatkan prestasi belajar anak tersebut
4. anak yang gemar membaca buku khususnya buku buku cerita yang banyak mengandung pesan moral dapat membentuk prilaku anak tersebut menjadi lebih baik dikehidupan sehari hari. Disinilah peran orang tua sangat penting untuk ikut memilah buku buku bacaan untuk anak anak mereka.
Banyak sekali manfaat atau keuntungan yang dapat kita raih dengan membaca buku terutama sekali bagi anda yang memiliki anak biasakanlah sejak dini untuk gemar membaca buku tentu saja buku buku yang bermanfaat bagi anak anda seperti buku pelajaran, buku cerita atau dongeng yang banyak mengandung pesan moral, buku sejarah dll. Isi kegiatan sehari hari anak anda dengan banyak membaca buku. Dengan memperkenalkan kegemaran membaca ke anak sejak dini akan memberikan banyak manfaat diantaranya sebagai berikut ini :
1. anak yang gemar membaca tentu akan mendapatkan informasi atau pengetahuan yang lebih banyak dibandingkan dengan anak yang jarang membaca
2. anak dapat memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan yamg lebih bermanfaat dengan semakin banyaknya informasi yang diterima dapat menambah wawasan berpikir anak tersebut
3. anak yang gemar membaca khususnya membaca buku buku pelajaran tentu saja dapat meningkatkan prestasi belajar anak tersebut
4. anak yang gemar membaca buku khususnya buku buku cerita yang banyak mengandung pesan moral dapat membentuk prilaku anak tersebut menjadi lebih baik dikehidupan sehari hari. Disinilah peran orang tua sangat penting untuk ikut memilah buku buku bacaan untuk anak anak mereka.
![]() |
| Halo Balita adalah pilihan tepat orang tua untuk memperkenalkan buku ke anak anak. |
Anak yang terbiasa membaca buku di rumah akan menumbuhkan semangat rajin belajar, biasakanlah kepada anak anda untuk mengulang kembali pelajaran yang telah diterimanya disekolah dengan belajar di rumah kalau perlu undang seorang guru untuk membimbingnya belajar.
Demikianlah beberapa manfaat membaca buku bagi anak sejak dini semoga dapat memotivasi anda untuk terus membudayakan gemar membaca pada anak anda.
Selamat hari buku sedunia.
![]() |
| Books, my best friend |
Monday, April 14, 2014
CARA MEMBUAT ANAK SENANG MEMBACA
“Today a reader, tomorrow a leader.” (W. Fusselman)
Hobi paling berharga yang bisa anda turunkan dan bagi bersama anak anak anda, itu adalah hobi membaca. Kegiatan ini adalah satu yang layak untuk mendapatkan perhatian, investasi waktu dan energi anda.
“Ah, anakku sudah baca, disekolah diajari baca”. Mungkin ini adalah alasan para orang tua yang malas meluangkan waktu dan pikiran untuk melibatkan diri membuat membaca menjadi hal yang menyenangkan untuk dilakukan anak anak baik sendiri maupun bersama orang tua. Memang, anak-anak belajar keterampilan membaca di sekolah, tetapi sering kali yang mereka dapatkan hanyalah “tugas” membaca dan belajar bagaimana membaca, bukan “kesenangan” membaca. Akibatnya mereka justru kehilangan gairah dan motivasi membaca, atau bahkan menyentuh buku. Padahal justru gairah (motivasi), keingintahuan dan minat mereka, yang menjadi pondasi keberhasilan dalam memanfaatkan kebiasaan membaca serta keterampilan lain.
Cara paling efektif mendorong anak mencintai buku dan membaca adalah dengan membacakan buku untuk mereka. Semakin awal Anda memulai kebiasaan ini akan semakin baik. Bahkan bayi yang baru berusia beberapa bulan sudah mampu melihat gambar, mendengarkan suara Anda, dan membolak-balik buku karton (board book).
Jadikan waktu membaca bersama anak anda sebagai saat istimewa anda bersama anak, tanpa gangguan TV atau telepon. Maaf, banyak orang tua yang lebih menyerahkan anak mereka dalam asuhan TV, yang notabene sekarang banyak diisi acara acara kurang mendidik. Dan hasilnya banyak anak yang lebih meniru perilaku negatif dari TV daripada perilaku mulia yang seharusnya diperkenalkan orang tua. Solusi cepat yang mungkin akan diambil oleh orang tua hanyalah melarang merke menonton TV tanpa memperkenalkan aktivitas lain yang lebih bermanfaat. “Tapi anak saya tidak tertarik buku, buku membosankan untuk anak anak. Anda mungkin akan terkejut menemukan bahwa buku anak yang bagus akan menyenangkan, bukan hanya bagi anak, tetapi juga bagi Anda sendiri!
Dan, ini penting, jangan menghentikan kebiasaan membaca buku dengan suara keras saat anak Anda sudah bisa membaca sendiri. Pada tahap ini, Anda bahkan bisa mendorong mereka membacakan buku untuk Anda. Kegembiraan bersama ini akan memperkuat minat dan penghargaan mereka terhadap kegiatan membaca.
Hal lain yang bisa anda lakukan, penuhi rumah dan lingkungan sekeliling Anda dengan majalah, buku, koran, agar anak melihat berbagai bahan bacaan itu sebagai bagian kehidupan sehai-hari. Jangan ragu untuk berinvestasi dalam hal ini. Ingat!!! Teladan kebiasaan membaca dari Anda sebagai orang tua pun akan memperkuat kecintaan membaca mereka.
sumber: dari berbagai sumber
Subscribe to:
Posts (Atom)











