Saturday, March 22, 2014

Peran orang tua dalam pendidikan anak

Assalamualaikum,

Lama tidak menuangkan sedikit unek unek, akhirnya punya waktu sedikit untuk sekedar sharing.

Kemarin saat di sekolah anak, sedang menunggu si imut ZIZI, my pretty baby, iseng dengar ibu ibu
ngobrolin tentang TK pilihan untuk anak anak mereka. Tertarik dengan seorang ibu yang masih galau.

Ibu ini bercerita bahwa dia masih pilih pilih TK terbaik untuk anaknya dan ada satu pilihan yang membuat dia berpaling dari beberapa pilihan yang dia punya. Dia tertarik untuk memasukkan anaknya ke situ karena dia lihat beberapa anak yang sekolah disitu pintar praktek sholat dan berwudhu. Dan entah kenapa ini mambawa ingatan saya kembali ke pembicaraan ku dengan kakak sepupu tercinta, yang bercerita ada beberapa orang tua siswa tempat suaminya mengajar yang mengeluhkan perilaku anak anak mereka di rumah. Mereka heran, anak sudah disekolahkan ke sekolah agama paling bagus dengan kurikulum dan kegiatan yang bagus, tapi kenapa mereka tidak melihat anak mereka berperilaku sesuai dengan harapan mereka.

Miris saat dengar cerita ini, para orang tua yang berlomba memasukkan anak ke sekolah terbaik dengan biaya jutaan, tapi mengabaikan tanggung jawab utama mereka yaitu mendidik dan membimbing anak anak mereka. Banyak orang tua yang lupa bahwa rumah (keluarga) lah tempat pendidikan utama dan paling dasar dalam perkembangan seorang anak. Kasih sayang orang tua, tauladan orang tua, tingkah laku orang tua, kebiasaan di rumah (keluarga) adalah hal pertama yang mereka pelajari dan ini akan menjadi modal utama mereka dalam kehidupan sosial di luar rumah.
Sebagus apapun sekolah tempat anak mereka belajar akan menguap begitu saja bila orang tua tidak menanamkan nilai nilai dan tidak mengedukasi anak anak. Guru bukanlah pendidik utama tapi orang tua. Misalnya sholat lima waktu, apabila di rumah anak anak ini tidak pernah dibiasakan untuk sholat lima waktu, berjamaah misalnya, jangan harap mereka akan mengerjakan itu meskipun disekolah mereka dibiasakan sholat berjama'ah atau pun berdoa bersama.

Kebiasaan bagus dimulai dari contoh. Contoh dan tauladan yang paling tepat adalah orang tua. Dan anak anak soleh dah solehah adalah modal kita nanti di alam akhirat. Sukses buat ayah bunda. Semoga sedikit unek unek ini bisa menjadi sedikit ilmu buat kita semua.




Saturday, March 1, 2014



Mantapnya produk terbaru Pelangi Mizan...
WOW, Amazing Series , terdiri dari:
- 9 jilid Wow, Amazing Rainbow Books
- 3 jilid Wow, Amazing Discovery Books
- 1 jilid Wow, Amazing Big Book
- 1 jilid Wow, Amazing Al-Qur'an
- 1 set e-pen
Semua produk bisa dibaca dengan menggunakan e-pen, loh.
Nikmati asyiknya membaca buku dilengkapi dengan audio dan games interaktif dengan menggunakan e-pennya ya...
Sudahkan Anda pre-order buku bergizi "Wow, Amazing Series"?
Kalau belum, yuk, segera pre order, hanya 300 ribu. sisanya cuma Rp 1.540 ribu saja. Dari harga normal Rp 2.487.500,-. Hanya sampai 10 Maret ,loh.
Buruan bungkus yuk ...

 Bagi yang berminat silahkan hub Ely di 085851493693 (sms/what's app)https://www.facebook.com/ElyOnlineBookStore?ref=hl

Agar anak gemar membaca???


Ayah Bunda pasti senang kalau lihat anaknya gemar membaca, karena membaca adalah habit yang bagus sekali untuk perkembangan kemampuan komunikasi dan pemahaman terhadap sesuatu. Tahukah Anda, bahwa membiasakan anak untuk suka membaca bisa dimulai sejak anak masih di dalam kandungan? Walaupun anak Anda masih di dalam kandungan, Anda dapat membacakan cerita untuknya.
Janin di dalam kandungan sudah dapat mendengar suara ibunya. Oleh karena itu, tak heran apabila para ibu hamil disarankan untuk membacakan Alqur'an untuk menstimulus dan memperkenalkan kebesaran Allah sehingga dia bisa tumbuh menjadi anak yang soleh dan solehah. Nah, begitu juga dengan membacakan cerita untuk janin pun dapat dilakukan oleh ibu hamil. Dengan begitu, diharapkan saat anak lahir, orang tua tetap membacakan cerita walaupun anak belum bisa membaca.

Mulailah Membaca
Sebelum Anda berangan-angan memiliki anak yang punya kebiasaan membaca, sebaiknya tanyakan pada diri sendiri apakah Anda suka membaca atau apakah anak Anda pernah melihat Anda membaca? Kalau jawaban Anda adalah tidak suka membaca atau anak Anda belum pernah lihat Anda membaca, sebaiknya Anda mulai untuk membaca.
Membaca bisa jadi kegiatan yang mempererat hubungan orang tu dan anak
Aturlah waktu yang tepat untuk membaca, seperti layaknya Anda mengatur waktu untuk menonton TV sekeluarga. Buatlah suasana waktu membaca menjadi menyenangkan dan nyaman. Hilangkan asosiasi membaca buku dengan gambaran mimik wajah serius, kening berkerut, atau ekspresi tegang. Semua itu hanya akan membuat anak berpikir bahwa membaca buku menyebalkan dan membosankan.
Tidak perlu waktu yang lama untuk membaca bersama anak Anda. Anda bisa meluangkan waktu sekitar sepuluh hingga lima belas menit setiap hari untuk membacakan cerita untuk anak Anda. Biasanya, anak-anak lebih suka dibacakan cerita sebelum tidur. Inilah adalah kesempatan Anda untuk mendekatkan buku sebagai temannya. Ketika anak sudah ‘berteman’ dengan buku, tanpa disuruh pun, anak akan mencari teman baiknya yaitu buku.
Bantulah anak Anda untuk membuat kesan bahwa buku adalah teman yang menyenangkan untuk bermain. Perkenalkan ia dengan tokoh-tokoh yang ada di dalam buku. Perlihatkan juga gambar yang ada di dalam buku dan bawalah anak Anda ke dalam alur cerita yang menyenangkan. Untuk pengenalan ayah bunda bisa mulai dengan buku buku yang bergambar menarik dan dengan tema tema yang sesuai dengan dunianya.


Perkenalan dengan Buku
Pepatah “Tak Kenal Maka Tak Sayang” berlaku dalam hal ini. Jika anak Anda tidak kenal buku, bagaimana ia bisa gemar membaca buku. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mulai memperkenalkan anak Anda dengan buku-buku. Berikanlah buku sebagai hadiah untuk anak Anda. Untuk memberikan pengalaman pertama yang menyenangkan dengan buku, Anda harus memilihkan buku yang bagus. Pilihlah buku dengan ilustrasi yang menarik dan tema yang sesuai dengan minatnya. Jadikan toko buku atau perpustakaan sebagai salah satu tujuan Anda sekeluarga untuk bersenang-senang. Bolehkan anak Anda memilih sendiri buku yang ia inginkan. Berikan petunjuk buku-buku yang boleh dan belum boleh dibacanya.
"Halo Balita"
Pilihan yang tepat untuk memperkenalkan membaca ke balita anda
Setelah membacakan cerita, biasakanlah berdiskusi dengan anak Anda mengenai apa yang baru saja dibaca. Saat anak dapat menjawab pertanyaan Anda atau saat Anda menyetujui pendapatnya, anak akan merasa bangga. Ia merasa telah melakukan sebuah pencapaian dan cenderung akan mengulanginya lagi. Luangkan juga waktu Anda untuk mengaplikasikan pengetahuan yang ada di buku. Misalnya saja saat tamasya ke kebun binatang Anda bisa bertanya mengenai hewan yang pernah dibaca oleh anak Anda.



Membaca buku bisa menjadi aktivitas menyenangkan untuk seluruh keluarga

Perkenalkan anak sejak usia dini dengan dunia membaca

Peran serta orang tua untuk membuat anak suka membaca adalah hal yang sangat penting. Dengan begitu, diharapkan bisa menciptakan anak-anak Indonesia yang gemar membaca.